Bali sudah lama menjadi tempat paling terkenal di Indonesia, bahkan lebih terkenal daripada negara tempatnya berada di dunia. Bali terkenal akan pantainya dan suasana hijaunya yang selalu dipelihara. Hal inilah yang menjadi salah satu penarik para ekspatriat untuk tinggal dan menetap di Bali.
Semakin banyaknya ekspatriat yang ada di Bali dan semakin majunya Bali berkat kemajuan sektor pariwisatanya, semakin tinggi pula permintaan pasar akan perumahan mewah yang masih memiliki ciri khas Bali di pulau dewata ini.

Kali ini, PT Bali Kharisma Pratama yang sudah berdiri sejak tahun 1990 mengembangkan sebuah perumahan dengan nama Nusa Dua Highland. Keunggulan perumahan ini adalah lokasinya yang berada di atas bukit yang membuatnya memiliki ocean view access. Hal itu dipadukan dengan bangunan mewah modern tetapi masih mendapatkan sentuhan tradisional khas Bali. Hal ini membuat Nusa Dua Highland tampak seperti villa modern yang nyaman dan anggun.
Mengenai pengembang sendiri, PT Bali Kharisma Pratama sudah memiliki proyek yang telah selesai, antara lain Perum. Beranda Bukit Nusa Dua, Jimbaran Paviliun, Perum. Teras Kampus Jimbaran, Casa de Bale, Bukit Jimbaran, Casa de Nampek, Terace Paviliyun, Ocean Bay Sun dan beberapa proyek lainnya.
Proyek terbarunya ini berada di jalan Siligita 101x, Nusa Dua. Perumahan yang berdiri di atas lahan seluas 22.470 meter persegi ini menawarkan 4 jenis unit rumah berlantai dua, yaitu:

Jineng memiliki luas tanah 140 meter persegi dengan luas bangunan 120 meter persegi. Unit ini dijual dengan harga mulai dari Rp1,6 milyar hingga Rp3,35 milyar.

Gazebo memiliki luas tanah dan luas bangunan yang sama yaitu 120 meter persegi. Unit ini dijual dengan harga mulai dari Rp1,6 milyar hingga Rp3,35 milyar.

Bale memiliki luas tanah 90 meter persegi dan luas bangunan 120 meter persegi. Unit ini dijual dengan harga mulai dari Rp1,6 milyar hingga Rp3,35 milyar.

Cemara Town House memiliki luas tanah 70 meter persegi dan luas bangunan 90 meter persegi. Unit ini dijual dengan harga mulai dari Rp1,1 milyar hingga Rp1,8 milyar.
Baca juga: Perumahan Harvestland Jimbaran di Bali.
Pondasi rumah terbuat dari batu karang dengan struktur baja dan beton bertulang. Kusen terbuat dari kayu bengkirai 6/15 dengan dinding bata yang sudah diplester, diaci dan dicat. Atap terbuat dari rangka atap baja ringan dengan genting beton dan plafon terbuat dari kalsium yang dicat. Lantai terbuat dari granit China dengan ukuran 60×60 cm. Air PDAM dan daya listrik sebesar 3.500 watt sudah terpasang. Selain itu, terdapat balkon bergaya Gazebo dan Jineng, termasuk taman dan pagar lengkap dengan sistem drainase.
Perumahan ini termasuk tertutup karena menerapkan one gate system yang terhubung dengan jalan lingkungan selebar 7 meter. Selain itu, terdapat juga jalan paving dengan lebar 10 meter. Ada juga kolam renang umum bagi Anda yang ingin memanjakan diri di akhir pekan. Perumahan ini juga terkesan rapi dengan jaringan listrik yang ditanam di bawah tanah.

Perumahan ini juga dekat dengan Universitas Udayana, terminal Ubung dan SPBU. Selain itu jarak ke tempat pariwisata, seperti Pantai Kuta, Pandawa dan Taman Budaya GWK tidak sampai memakan waktu hingga 30 menit.
Jika Anda menginginkan unit di perumahan ini, maka Anda harus segera karena hanya tersedia 93 unit saja. Hal ini karena Nusa Dua memang merupakan kawasan elit yang dikelilingi oleh 10 hotel, resort, villa bintang empat atau lebih. Yang menarik bagi para pebisnis properti, harga tanah di Nusa Dua selalu naik 15% tiap tahun dan merupakan kenaikan terbesar ketiga di dunia menurut The Wealth Report 2015.
Menarik, bukan?